Tradisi Dragel sebagai Model Pendampingan Pastoral Kontekstual dalam Budaya Suku Sangir

##article.authors##

  • Jessica Angelina Kumendong Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Indonesia Author
  • Imanuel Teguh Harisantoso Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Indonesia Author https://orcid.org/0000-0001-7311-471X
  • Tony Tampake Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Indonesia Author

##doi.readerDisplayName##:

https://doi.org/10.64099/n7ghcz67

##article.subject##:

Dragel, Kedukaan, Masyarakat Sangir, Pendampingan pastoral keindonesiaan, Solidaritas sosial

##article.abstract##

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Dragel dalam masyarakat Suku Sangir sebagai bentuk pendampingan keindonesiaan dalam menghadapi kedukaan. Tradisi Dragel dipahami sebagai praktik kolektif yang memadukan simbolisasi kedukaan, nyanyian penghiburan, doa bersama, dan peran pengusung untuk memberikan dukungan sosial, emosional, dan spiritual bagi keluarga yang berduka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik dengan sumber data primer dari wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada tokoh adat, anggota jemaat dan masyarakat yang terlibat dalam Dragel. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dragel bukan sekadar ritual adat, melainkan mekanisme pendampingan berbasis budaya yang menegaskan solidaritas, kebersamaan, dan gotong royong sebagai nilai inti masyarakat. Simbol-simbol kedukaan dalam Dragel membantu memperkuat relasi komunal dan menyediakan ruang bagi ungkapan duka secara kolektif, sehingga berkontribusi pada proses penguatan emosional dan spiritual keluarga yang berduka. Meskipun demikian, keberlanjutan tradisi ini menghadapi tantangan terkait keterlibatan generasi muda, urbanisasi, mobilitas sosial, dan perubahan konteks sosial-religius. Temuan ini memberikan implikasi bagi praktik pendampingan pastoral berbasis budaya serta pelestarian tradisi lokal sebagai model kontekstual yang relevan dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan nilai-nilai sosial budaya dalam setiap intervensi pendampingan untuk mencapai dampak yang autentik dan berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Barella, Y., Aminuyati, A., Nurhesti, N., Zuvita, A. I., Lisa, R., Maharani, M., & Fera, F. (2024). Kearifan Budaya Sambas: Kehamilan, Kelahiran dan Kematian. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 6(1), 23–29. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i1.63682

Batubara, M. U., Sibarani, T. P., Simamora, D. C., Situmorang, P. A. B., & Sinulingga, J. (2025). Makna dan Simbolisme dalam Upacara Adat Kematian Saur Matua: Kajian Semiotika Sosial. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2 SE-Articles of Research), 17141–17148. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.28570

Brek, Y., & Taroreh, C. C. (2023). Muatan Pendampingan Pastoral dalam Budaya Mapalus: Berantang dan Sumakey Bagi Keluarga Berduka Di Minahasa, Kawangkoan. POIMEN Jurnal Pastoral Konseling, 4(1), 1–13. https://www.ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/poimen/article/view/1439

Butler, D. (2017). Enlivening Cultural Environments through Sharing and Gotong Royong (Mutual Cooperation). Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage, 5(1). https://doi.org/10.31291/hn.v5i1.130

Djaba, A. K., Sungkawati, E., & Leksono, S. (2025). Generation Z and The Sustainability of Indonesia’s Local Culture. AMCA Journal of Community Development, 5(2 SE-Articles). https://doi.org/10.51773/ajcd.v5i2.407

Edwin, E., Nasar, I., Aryani, L. N., Ajito, T., & Walela, A. (2025). The Application of Strategic Management in the Preservation of Local Culture: A Literature Review on the Tiba Meka Ritual in Manggarai. Indonesian Journal of Educational Inquiry, 2(1), 32–41. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/IJEI/article/view/5093

Engel, J. D. (2020). Pendampingan Pastoral Keindonesiaan. Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1), 47. https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.153

Engel, J. D., & Hallatu, F. (2023). Pendampingan dan konseling keindonesiaan: upaya memberdayakan dan memanusiakan manusia dalam konteks Indonesia. Bpk Gunung Mulia.

Esmailnia, S., Albuquerque, S., & Coelho, A. (2025). Developing a scale to measure social dynamics in funeral ceremonies: A mixed methods approach. Death Studies, 1–22. https://doi.org/10.1080/07481187.2025.2559726

Fiqriansyah, I. Al, Bahzar, M., & Wingkolatin, W. (2025). Studi Tantangan Pelestarian Tradisi Upacara Adat Belian Dalam Era Modernisasi di Desa Bunga Jadi Kecamatan Muara Kaman. Indonesian Journal on Education (IJoEd), 1(3), 200–206. https://doi.org/10.70437/jmb37f13

Gunawan, R. A. V., & Setiawati, E. (2025). Empowerment of Indigenous Communities In Preserving Local Culture Amid Modernization. Bina Bangsa International Journal of Business and Management, 5(1), 317–341. https://doi.org/10.46306/bbijbm.v5i1.128

Hasan, F., Fadillah, D., Willya, E., & Sugitanata, A. (2023). Symbolic Reverence: An Ethnographic Study on the Tonggoluan and Pusi’ Death Rituals Within Bolaang Mongondow Society Through Victor Turner’s Perspective. Potret Pemikiran, 27(2), 161–172. https://doi.org/10.30984/pp.v27i2.2471

Kainama, J. V., Riasnugrahani, M., & Rohinsa, M. (2023). The Effect of Social Support and Religiosity Against Bereavement. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(4), 2763. https://doi.org/10.35931/aq.v17i4.2379

LumbanGaol, C., & Meo, W. B. L. (2025). Simbolisme Ulos dalam Tradisi Kematian Batak Toba: Perspektif Teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 20(1), 97–108. https://doi.org/10.14710/sabda.20.1.97-108

Manan, A., Kamarullah, Husda, H., Rasyad, & Fauzi. (2024). The Unity of Community In Cemetery: An Ethnographic Study of the Islamic Burial Rituals In Aceh, Indonesia. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 24(1), 21–50. https://doi.org/10.22373/jiif.v24i1.14965

Nuriyanto, L. K., . R., Putra, I. K. S., Amir, M., Jayanti, I. G. N., Aridawati, I. A. P., & Sudastro, R. (2025). Revitalizing Local Traditions: Cultural Sustainability and Creative Economy in the Era of Globalization. Journal of Posthumanism, 5(6), 1800–1816. https://doi.org/10.63332/joph.v5i6.2283

Nurwati, N., Yunita, D., Amanatin, E. L., Wibowo, H., & Bustami, M. R. (2025). Interplay of modernity, symbolism, and religious practice in Cirebon’s death rituals. Simulacra, 8(2), 303–316. https://doi.org/10.21107/sml.v8i2.31922

Simos, B. G. (1979). A time to grieve: Loss as a universal human experience. Family Service Association of America.

Suyono, A., & Siregar, A. (1985). Kamus Antropologi. Akademika Pressindo.

Titaley, J. A. (1999). Nilai-Nilai Dasar yang Terkandung Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Salatiga: Fakultas Teologi UKSW.

Uspessy, H. T., & Engel, J. D. (2019). Mima Para Tarpolarda: falsafah komunitas lokal sebagai pendampingan dan konseling kedukaan di Warjukur-Maluku. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 137–153. https://doi.org/10.25273/counsellia.v9i2.5200

Wiryasaputra, S. T. (2019). Grief Psychotherapy. ANDI Offset.

Wulandari, S. C., & Marh, N. F. (2025). Solidaritas Komunal Melalui Kongsi Kematian: Analisis Fungsi Lembaga Tradisional Dalam Penyelenggaraan Jenazah Di Parak Pagambiran Kota Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 21550–21557. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.29963

Unduhan

##submissions.published##

2025-11-28

##issue.issue##

##section.section##

Articles

Cara Mengutip

Tradisi Dragel sebagai Model Pendampingan Pastoral Kontekstual dalam Budaya Suku Sangir. (2025). MARSAHALA : Jurnal Studi Agama Dan Budaya, 1(2), 135-146. https://doi.org/10.64099/n7ghcz67