Tradisi Dragel sebagai Model Pendampingan Pastoral Kontekstual dalam Budaya Suku Sangir
##doi.readerDisplayName##:
https://doi.org/10.64099/n7ghcz67##article.subject##:
Dragel, Kedukaan, Masyarakat Sangir, Pendampingan pastoral keindonesiaan, Solidaritas sosial##article.abstract##
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi Dragel dalam masyarakat Suku Sangir sebagai bentuk pendampingan keindonesiaan dalam menghadapi kedukaan. Tradisi Dragel dipahami sebagai praktik kolektif yang memadukan simbolisasi kedukaan, nyanyian penghiburan, doa bersama, dan peran pengusung untuk memberikan dukungan sosial, emosional, dan spiritual bagi keluarga yang berduka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik dengan sumber data primer dari wawancara mendalam dan observasi partisipatif pada tokoh adat, anggota jemaat dan masyarakat yang terlibat dalam Dragel. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dragel bukan sekadar ritual adat, melainkan mekanisme pendampingan berbasis budaya yang menegaskan solidaritas, kebersamaan, dan gotong royong sebagai nilai inti masyarakat. Simbol-simbol kedukaan dalam Dragel membantu memperkuat relasi komunal dan menyediakan ruang bagi ungkapan duka secara kolektif, sehingga berkontribusi pada proses penguatan emosional dan spiritual keluarga yang berduka. Meskipun demikian, keberlanjutan tradisi ini menghadapi tantangan terkait keterlibatan generasi muda, urbanisasi, mobilitas sosial, dan perubahan konteks sosial-religius. Temuan ini memberikan implikasi bagi praktik pendampingan pastoral berbasis budaya serta pelestarian tradisi lokal sebagai model kontekstual yang relevan dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan nilai-nilai sosial budaya dalam setiap intervensi pendampingan untuk mencapai dampak yang autentik dan berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Barella, Y., Aminuyati, A., Nurhesti, N., Zuvita, A. I., Lisa, R., Maharani, M., & Fera, F. (2024). Kearifan Budaya Sambas: Kehamilan, Kelahiran dan Kematian. Jurnal Adat dan Budaya Indonesia, 6(1), 23–29. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i1.63682
Batubara, M. U., Sibarani, T. P., Simamora, D. C., Situmorang, P. A. B., & Sinulingga, J. (2025). Makna dan Simbolisme dalam Upacara Adat Kematian Saur Matua: Kajian Semiotika Sosial. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2 SE-Articles of Research), 17141–17148. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.28570
Brek, Y., & Taroreh, C. C. (2023). Muatan Pendampingan Pastoral dalam Budaya Mapalus: Berantang dan Sumakey Bagi Keluarga Berduka Di Minahasa, Kawangkoan. POIMEN Jurnal Pastoral Konseling, 4(1), 1–13. https://www.ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/poimen/article/view/1439
Butler, D. (2017). Enlivening Cultural Environments through Sharing and Gotong Royong (Mutual Cooperation). Heritage of Nusantara: International Journal of Religious Literature and Heritage, 5(1). https://doi.org/10.31291/hn.v5i1.130
Djaba, A. K., Sungkawati, E., & Leksono, S. (2025). Generation Z and The Sustainability of Indonesia’s Local Culture. AMCA Journal of Community Development, 5(2 SE-Articles). https://doi.org/10.51773/ajcd.v5i2.407
Edwin, E., Nasar, I., Aryani, L. N., Ajito, T., & Walela, A. (2025). The Application of Strategic Management in the Preservation of Local Culture: A Literature Review on the Tiba Meka Ritual in Manggarai. Indonesian Journal of Educational Inquiry, 2(1), 32–41. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/IJEI/article/view/5093
Engel, J. D. (2020). Pendampingan Pastoral Keindonesiaan. Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1), 47. https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.153
Engel, J. D., & Hallatu, F. (2023). Pendampingan dan konseling keindonesiaan: upaya memberdayakan dan memanusiakan manusia dalam konteks Indonesia. Bpk Gunung Mulia.
Esmailnia, S., Albuquerque, S., & Coelho, A. (2025). Developing a scale to measure social dynamics in funeral ceremonies: A mixed methods approach. Death Studies, 1–22. https://doi.org/10.1080/07481187.2025.2559726
Fiqriansyah, I. Al, Bahzar, M., & Wingkolatin, W. (2025). Studi Tantangan Pelestarian Tradisi Upacara Adat Belian Dalam Era Modernisasi di Desa Bunga Jadi Kecamatan Muara Kaman. Indonesian Journal on Education (IJoEd), 1(3), 200–206. https://doi.org/10.70437/jmb37f13
Gunawan, R. A. V., & Setiawati, E. (2025). Empowerment of Indigenous Communities In Preserving Local Culture Amid Modernization. Bina Bangsa International Journal of Business and Management, 5(1), 317–341. https://doi.org/10.46306/bbijbm.v5i1.128
Hasan, F., Fadillah, D., Willya, E., & Sugitanata, A. (2023). Symbolic Reverence: An Ethnographic Study on the Tonggoluan and Pusi’ Death Rituals Within Bolaang Mongondow Society Through Victor Turner’s Perspective. Potret Pemikiran, 27(2), 161–172. https://doi.org/10.30984/pp.v27i2.2471
Kainama, J. V., Riasnugrahani, M., & Rohinsa, M. (2023). The Effect of Social Support and Religiosity Against Bereavement. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(4), 2763. https://doi.org/10.35931/aq.v17i4.2379
LumbanGaol, C., & Meo, W. B. L. (2025). Simbolisme Ulos dalam Tradisi Kematian Batak Toba: Perspektif Teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 20(1), 97–108. https://doi.org/10.14710/sabda.20.1.97-108
Manan, A., Kamarullah, Husda, H., Rasyad, & Fauzi. (2024). The Unity of Community In Cemetery: An Ethnographic Study of the Islamic Burial Rituals In Aceh, Indonesia. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 24(1), 21–50. https://doi.org/10.22373/jiif.v24i1.14965
Nuriyanto, L. K., . R., Putra, I. K. S., Amir, M., Jayanti, I. G. N., Aridawati, I. A. P., & Sudastro, R. (2025). Revitalizing Local Traditions: Cultural Sustainability and Creative Economy in the Era of Globalization. Journal of Posthumanism, 5(6), 1800–1816. https://doi.org/10.63332/joph.v5i6.2283
Nurwati, N., Yunita, D., Amanatin, E. L., Wibowo, H., & Bustami, M. R. (2025). Interplay of modernity, symbolism, and religious practice in Cirebon’s death rituals. Simulacra, 8(2), 303–316. https://doi.org/10.21107/sml.v8i2.31922
Simos, B. G. (1979). A time to grieve: Loss as a universal human experience. Family Service Association of America.
Suyono, A., & Siregar, A. (1985). Kamus Antropologi. Akademika Pressindo.
Titaley, J. A. (1999). Nilai-Nilai Dasar yang Terkandung Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Salatiga: Fakultas Teologi UKSW.
Uspessy, H. T., & Engel, J. D. (2019). Mima Para Tarpolarda: falsafah komunitas lokal sebagai pendampingan dan konseling kedukaan di Warjukur-Maluku. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 137–153. https://doi.org/10.25273/counsellia.v9i2.5200
Wiryasaputra, S. T. (2019). Grief Psychotherapy. ANDI Offset.
Wulandari, S. C., & Marh, N. F. (2025). Solidaritas Komunal Melalui Kongsi Kematian: Analisis Fungsi Lembaga Tradisional Dalam Penyelenggaraan Jenazah Di Parak Pagambiran Kota Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 21550–21557. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.29963
Unduhan
##submissions.published##
##issue.issue##
##section.section##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jessica Angelina Kumendong, Imanuel Teguh Harisantoso, Tony Tampake (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Ini berarti Anda bebas untuk:
- Berbagi – Menyalin, mendistribusikan, dan mentransmisikan materi dalam jurnal ini.
- Mengadaptasi – Membuat remix, mengubah, dan mengembangkan materi dalam jurnal ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda ikuti:
- Penyebutan – Anda harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dibuat. Anda harus melakukan ini dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyarankan bahwa penulis mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap materi tersebut.
- Berbagi Serupa (ShareAlike) – Jika Anda membuat remix, perubahan, atau mengembangkan materi tersebut, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama, CC BY-SA 4.0.
Lisensi ini berlaku secara internasional dan memberikan hak kepada pengguna untuk mendistribusikan, memodifikasi, dan membuat karya turunan dari materi yang dilisensikan, selama karya turunan tersebut dilisensikan di bawah ketentuan yang sama dan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli.
Untuk syarat dan ketentuan lengkap, Anda dapat mengunjungi tautan ini.



