EKO-EKLESIOLOGI: KRITIK PARADIGMA ANTROPOSENTRIS DALAM KEHIDUPAN BERGEREJA
DOI:
https://doi.org/10.64099/w6p6kg54Kata Kunci:
Antroposentrisme, Eko-eklesiologi, Gereja, Krisis Ekosistem, OikosAbstrak
Artikel ini mengkaji eko-eklesiologi sebagai kritik teologis terhadap paradigma antroposentris dalam kehidupan bergereja. Kajian ini dilatarbelakangi oleh krisis ekologis yang menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga krisis moral dan spiritual. Dengan menggunakan metode studi pustaka kualitatif dan analisis konseptual-kritis, artikel ini menelaah literatur tentang teologi penciptaan, ekoteologi, eklesiologi, dan etika lingkungan Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa antroposentrisme cenderung menempatkan manusia sebagai pusat ciptaan dan mendorong gereja mengukur pelayanan melalui indikator internal seperti pertumbuhan jemaat, stabilitas finansial, dan program yang berpusat pada manusia. Eko-eklesiologi menawarkan alternatif dengan memahami gereja sebagai bagian dari oikos Allah dan sebagai komunitas yang dipanggil untuk ikut memulihkan ciptaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kepedulian ekologis perlu diintegrasikan ke dalam liturgi, khotbah, pendidikan iman, pelayanan pastoral, dan aksi sosial sebagai ekspresi iman yang profetik dan kontekstual
Unduhan
Referensi
Boff, L. (1997). Cry of the earth, cry of the poor. Orbis Books.
Borrong, R. P., & Lopo, Y. (2023). Gereja Peduli Lingkungan Hidup. Jurnal Teologi Eranlangi, 1(1), 70–90.
Crespany, V. Y., & Imelda, M. (2025). Gereja sebagai Agen Transformasi Ekologis: Studi tentang Peran Gereja dalam Menjaga Lingkungan Hidup Berdasarkan Laudato Si’. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 11(2), 154–169. https://ejurnal.stipas.ac.id/index.php/Sepakat/article/view/448
Francis. (2015). Laudato Si’: On care for our common home. The Holy See. https://www.vatican.va/content/francesco/en/encyclicals/documents/papa-francesco_20150524_enciclica-laudato-si.html
Horrel, D. G., Hunt, C., Southgate, C., & Stavrakopoulou, F. (2010). The Bible and the environment: Towards a critical ecological biblical theology. Equinox.
Lay, M. D., & Miru, E. F. (2025). Peran Gereja terhadap Lingkungan Hidup. YADA: Jurnal Teologi Biblika Dan Reformasi, 3(2), 64–78.
Lolangion, F., Runturambi, M. C., & Kawuwung, J. (2021). Menelaah Antroposentris Dalam Menyikapi Krisis Lingkungan Dari Perspektif Teologi Penciptaan. Tumou Tou, 8(1), 1–9.
McFague. (1993). The body of God: An ecological theology. Fortress Press.
Moltmann, J. (1985). God in Creation: An Ecological Doctrine of Creation. SCM Press.
Salurante, T. (2025). Konsep Prophetic Pragmatism Willy Jenkins: Membangun Ekologi Spiritual untuk Kehidupan Berkelanjutan Menggereja di Indonesia. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 7(2), 271–289.
Stevanus, K. (2019). Pelestarian alam sebagai perwujudan mandat pembangunan: suatu kajian etis-teologis. Kurios, 5(2), 94–108.
Suryanugraha, C. H. (2020). Estetika liturgis: Wujud keindahan dan kekudusan. PT Kanisius.
Tomusu, A. Y. (2020). Memahami Mandat Kebudayaan dalam Upaya melaksanakan Tugas Penatalayanan Lingkungan Hidup. SESAWI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 13–24. https://e-journal.sttsabdaagung.ac.id/index.php/sesawi/article/view/17
White Jr., L. (1967). The Historical Roots of Our Ecologic Crisis. Science, 155(3767), 1203–1207.
Yopo, A., & Mbelanggedo, N. (2025). Ekoteologi dalam kelas untuk menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis ajaran Kristen pada generasi muda. Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen: Arastamar, 1(2), 28–45.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Marita Lasari Mete, Ana Bendalina Henukh, Imanuel Teguh Harisantoso (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Ini berarti Anda bebas untuk:
- Berbagi – Menyalin, mendistribusikan, dan mentransmisikan materi dalam jurnal ini.
- Mengadaptasi – Membuat remix, mengubah, dan mengembangkan materi dalam jurnal ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda ikuti:
- Penyebutan – Anda harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dibuat. Anda harus melakukan ini dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyarankan bahwa penulis mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap materi tersebut.
- Berbagi Serupa (ShareAlike) – Jika Anda membuat remix, perubahan, atau mengembangkan materi tersebut, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama, CC BY-SA 4.0.
Lisensi ini berlaku secara internasional dan memberikan hak kepada pengguna untuk mendistribusikan, memodifikasi, dan membuat karya turunan dari materi yang dilisensikan, selama karya turunan tersebut dilisensikan di bawah ketentuan yang sama dan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli.
Untuk syarat dan ketentuan lengkap, Anda dapat mengunjungi tautan ini.



