Membangun Iman Remaja Di Era Digital
Studi Kasus di Huria Kristen Batak Protestan Napitupulu
##doi.readerDisplayName##:
https://doi.org/10.64099/50fqx248##article.subject##:
Era digital, HKBP Napitupulu, Pelayanan remaja, Pembentukan karakter Kristiani, Spiritualitas remaja##article.abstract##
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digitalisasi mempengaruhi pembentukan karakter dan spiritualitas remaja di Gereja HKBP Napitupulu, serta bagaimana persekutuan remaja berperan dalam merespons tantangan tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pembina dan anggota persekutuan remaja, serta studi dokumen terkait program pembinaan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membawa pengaruh positif berupa akses materi rohani, kemudahan komunikasi, dan peluang kreativitas pelayanan digital. Namun, penelitian juga menemukan tantangan seperti distraksi teknologi, penurunan konsentrasi rohani, kecenderungan konsumsi konten tanpa filter, serta potensi perilaku daring negatif. Persekutuan Remaja HKBP Napitupulu berperan penting dalam menghadapi tantangan ini melalui kegiatan pembinaan rutin, pendalaman Alkitab, pembinaan nilai Kristen, serta adaptasi pelayanan yang mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan pembinaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter Kristiani remaja melalui model pembinaan hibrida yang relevan dengan konteks digital. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pelayanan remaja berbasis spiritualitas dan literasi digital di era modern.
Unduhan
Referensi
Barrett, L. (1998). Missional church: A vision for the sending of the church in North America. Wm. B. Eerdmans Publishing.
Campbell, H. A., & Garner, S. (2016). Networked theology (engaging culture): Negotiating faith in digital culture. Baker Academic.
Campbell, H. A., & Tsuria, R. (2022). Digital Religion: Understanding Religious Practice in Digital Media (2 ed.). Routledge.
Christian, R. (2013). Taking Theology to Youth Ministry. Jurnal Youth Ministry, 1(1). https://doi.org/10.47901/jym.v1i1.80
Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.
Foster, R. J. (2018). Celebration of Discipline, Special Anniversary Edition: The Path to Spiritual Growth Hardcover. HarperOne.
Gea, E., Waruwu, A. T. M., Novalina, M., & Rohy, A. R. W. (2023). Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Remaja Kristen di Era Kontemporer. Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 4(2). https://doi.org/10.55097/sabda.v4i2.89
Group, B. (2019). The Connected Generation: How Christian Leaders Around the World Can Strengthen Faith & Well-being Among 18-35-year-olds. Barna Group.
Irene, N. (2021). Peran Gereja Sebagai Persekutuan Bagi Kalangan Remaja. OSF Preprints. https://doi.org/10.31219/osf.io/phsj2
Kohlberg, L. (1995). Tahap-tahap Perkembangan Moral. Kanisius.
Lumi, D. R. ., & Ilat, I. P. (2020). Pembentukan Karakter Remaja Kristen Melalui Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran PAK di SMP Kristen Eben Haezer 2 Manado. Jurnal Didaskalia, 1(2), 26–35. https://doi.org/10.51667/djpk.v1i2.466
Prensky, M. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants Part 1. On the Horizon, 9(5). https://doi.org/10.1108/10748120110424816
Riessman, C. K. (2008). Narrative methods for the human sciences. Sage.
Samarenna, D. (2021). Gereja Menyikapi Arus Globalisasi Digital. Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 8(1). https://doi.org/10.47543/efata.v8i1.54
Saptarianto, H., Deviani, S., Anah, S. I., & Noviyanti, I. (2024). Menghadapi Tantangan Era Digital, Strategi Integrasi Media Sosial, Literasi Digital dan Inovasi Bisnis. Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis, 2(3), 128–139. https://doi.org/10.61132/manuhara.v2i3.955
Sari, J. A., & Diana, B. A. (2024). Dampak Transformasi Digitalisasi terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat Pedesaan. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 9(2), 88–96. https://doi.org/10.36982/jpg.v9i2.3896
Silalahi, Z., & Nainggolan, B. D. (2024). Peran Gereja dalam Pertumbuhan Rohani Remaja Berdasarkan 1 Timotius 4: 12. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(5), 5040–5046. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i5.4417
Sirait, C. M., Manullang, A., Situmeang, A. C., Sipayung, A. G., Simanjuntak, Y. M. F., & Malau, O. (2023). Pendidikan Kristen di Gereja Sebagai Sarana dalam Pembentukan Karakter Remaja Terhadap Misi Kristen. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(3), 11324–11334.
Smith, C., & Denton, M. L. (2009). Soul Searching: The Religious and Spiritual Lives of American Teenagers. Oxford University Press.
Sriyanto, B., & Sihite, T. S. H. (2020). Peran Gereja dalam Pembinaan Kerohanian Remaja di Gereja Pantekosta di Indonesia Kota Palangka Raya. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 2(2). https://doi.org/10.47167/kharis.v2i2.32
Stanley, P. D., & Clinton, J. R. (2024). Connecting: The mentoring relationships you need to succeed in life. NavPress.
Tarigan, D. C., Rajagukguk, D. L. K., Hutasoit, E. R., Lumbanraja, S., & Berasa, T. (2025). Pendidikan Agama Kristen Untuk Dewasa Dalam Era Digital Tantangan Dan Peluang. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(1), 215–219. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/1577
Turkle, S. (2015). Reclaiming conversation: The power of talk in a digital age. Penguin.
Werntz, M. (2020). Stanley Hauerwas, The Character of Virtue: Letters to a Godson. Review & Expositor, 117(1), 162–163. https://doi.org/10.1177/0034637319897631h
Unduhan
##submissions.published##
##issue.issue##
##section.section##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yosua Xpistos Gultom, Jekapri Gultom (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Ini berarti Anda bebas untuk:
- Berbagi – Menyalin, mendistribusikan, dan mentransmisikan materi dalam jurnal ini.
- Mengadaptasi – Membuat remix, mengubah, dan mengembangkan materi dalam jurnal ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda ikuti:
- Penyebutan – Anda harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dibuat. Anda harus melakukan ini dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyarankan bahwa penulis mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap materi tersebut.
- Berbagi Serupa (ShareAlike) – Jika Anda membuat remix, perubahan, atau mengembangkan materi tersebut, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama, CC BY-SA 4.0.
Lisensi ini berlaku secara internasional dan memberikan hak kepada pengguna untuk mendistribusikan, memodifikasi, dan membuat karya turunan dari materi yang dilisensikan, selama karya turunan tersebut dilisensikan di bawah ketentuan yang sama dan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli.
Untuk syarat dan ketentuan lengkap, Anda dapat mengunjungi tautan ini.



