Interpretasi Hermeneutik atas Determinisme, Agensi, dan Transformasi dalam Karakter Neji Hyuga
##doi.readerDisplayName##:
https://doi.org/10.64099/ckqgea14##article.subject##:
Analisis Tokoh, Determinisme, Kehendak Bebas, Neji Hyuga, Pola Pikir Berkembang##article.abstract##
Artikel ini mengkaji karakter Neji Hyuga dalam anime Naruto melalui perspektif filsafat determinisme untuk memahami bagaimana konsep takdir dan kebebasan direpresentasikan dalam narasi budaya populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis hermeneutika filosofis terhadap episode-episode kunci yang menampilkan perjalanan psikologis dan perubahan paradigma Neji, khususnya dalam Ujian Chunin dan Perang Dunia Shinobi. Analisis dilakukan dengan membandingkan prinsip determinisme klasik dengan pendekatan modern mengenai kehendak bebas dan perkembangan individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan deterministik Neji terbentuk melalui internalisasi struktur sosial klan Hyuga, namun mengalami transformasi signifikan setelah interaksi naratif dan konfrontatif dengan Naruto Uzumaki, yang merepresentasikan prinsip pola pikir berkembang dan agen perubahan. Temuan ini menegaskan bahwa anime tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium refleksi filosofis dan psikologis yang menggambarkan dialektika antara takdir dan kebebasan manusia. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dengan menyoroti dimensi filsafat dalam karakter shonen yang jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya.
Unduhan
Referensi
Ayon, V. (2023). Naruto and Naruto: Shippuden Through the Lens of Campbell’s Monomyth. Dominican University of California.
Berger, A. A. (1996). Narratives in popular culture, media, and everyday life. Sage Publications.
Burr, V. (2014). What Is Social. Social Constructionism, 11(004663), 1–12.
Clements, J., & McCarthy, H. (2015). The anime encyclopedia: A century of Japanese animation. Stone Bridge Press.
Deviani, J. M., & Mochtar, J. (2022). The Ideal Masculinity of Male Ninjas in Naruto and Naruto Shippuden Anime Series. K@ta Kita, 9(3), 340–347. https://doi.org/10.9744/katakita.9.3.340-347
Dweck, C. S. (2006). Mindset: the new psychology of success. In Choice Reviews Online (Vol. 44, Nomor 04). Random House Publishing Group. https://doi.org/10.5860/choice.44-2397
Fennell, D., Liberato, A. S. Q., Hayden, B., & Fujino, Y. (2013). Consuming anime. Television & New Media, 14(5), 440–456. https://doi.org/10.1177/1527476412436986
Figal, G. (2010). Objectivity: The hermeneutical and philosophy. State University of New York Press.
Fisher, E. B. (2024). Spinoza, Liberation From Causation, and Community Health Promotion. American Journal of Health Promotion, 39(1), 172–175. https://doi.org/10.1177/08901171241286876
Fremativo, A., Vergara, Kianne, G., & Taja-on, D. and E. P. (2025). Beyond Jocularity: Exploring the Role of Community in Supporting Mental Health and Personal Development Among Male Students. Canadian Journal of Family and Youth, 17(2), 198–227.
Hewitt, J. P. (2001). The social construction of social construction. In Qualitative Sociology (Vol. 24, Nomor 3). Harvard university press. https://doi.org/10.1023/A:1010699110017
Hoefer, C. (2003). Causal determinism. In Stanford Encyclopedia of Philosophy. Stanford University.
Ito, G. (2018). Particularities of Boys’ Manga in the Early Twenty-First Century: How Naruto Differs from Dragon Ball. Mechademia, 11(1), 113–123.
Kelly, J. D. (2022). Your Best Life: In the Lowest Moments, An Opportunity for Post-traumatic Growth. Clinical Orthopaedics and Related Research, 480(1), 33–35. https://doi.org/10.1097/CORR.0000000000002070
Lamarre, T. (2018). The anime ecology: A genealogy of television, animation, and game media. U of Minnesota Press.
Ligiora, G., Puspitasari, I., Wahyudin, A., & Korespondensi, P. (2025). Penerjemahan Aizuchi pada Anime Baruto : Naruto Next Generations ke dalam Bahasa Indonesia Pendahuluan. 5(2), 736–744.
May, R. (1994). Discovery of being: Writings in existential psychology. WW Norton & Company.
McKee, A. (2003). Textual analysis: A beginner’s guide. Sage.
Myers, D. (2012). Social Psychology: 11th Edition. McGraw-Hill Higher Education.
Napier, S. J. (2016). Anime from Akira to Howl’s moving castle: Experiencing contemporary Japanese animation. St. Martin’s Griffin.
Porter, S. E., & Robinson, J. C. (2011). Hermeneutics: An introduction to interpretive theory. Wm. B. Eerdmans Publishing.
Rosyidha, A., & Rohmah, N. (2025). Naruto : A Study of Resilience and Growth in Japanese Animation. 2, 386–395.
Saraswati, P., Amalia, S., & Puspita Arwan, A. (2023). Forming and strengthening factors of personal growth initiatives in life. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 11(2), 137–144. https://doi.org/10.22219/jipt.v11i2.25744
Scott, J. G., Warber, S. L., Dieppe, P., Jones, D., & Stange, K. C. (2017). Healing journey: A qualitative analysis of the healing experiences of Americans suffering from trauma and illness. BMJ Open, 7(8), e016771. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2017-016771
Spinoza, B. (2006). The essential Spinoza: Ethics and related writings. Hackett Publishing.
Steinberg, M. (2012). Anime’s media mix: Franchising toys and characters in Japan. U of Minnesota Press.
Tedeschi, R. G. (2023). The post-traumatic growth approach to psychological trauma. World Psychiatry, 22(2), 328–329. https://doi.org/10.1002/wps.21093
Wicks, D. (2017). The coding manual for qualitative researchers. Qualitative research in organizations and management: an international journal, 12(2), 169–170. https://doi.org/10.1108/QROM-08-2016-1408
Zul Fiqhri. (2022). Pesan Pendidikan dalam Visual Komik Manga Naruto Karya Masashi Kishimoto. 1(1).
Unduhan
##submissions.published##
##issue.issue##
##section.section##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Musdodi Frans Jaswin Manalu (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Ini berarti Anda bebas untuk:
- Berbagi – Menyalin, mendistribusikan, dan mentransmisikan materi dalam jurnal ini.
- Mengadaptasi – Membuat remix, mengubah, dan mengembangkan materi dalam jurnal ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda ikuti:
- Penyebutan – Anda harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dibuat. Anda harus melakukan ini dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyarankan bahwa penulis mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap materi tersebut.
- Berbagi Serupa (ShareAlike) – Jika Anda membuat remix, perubahan, atau mengembangkan materi tersebut, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama, CC BY-SA 4.0.
Lisensi ini berlaku secara internasional dan memberikan hak kepada pengguna untuk mendistribusikan, memodifikasi, dan membuat karya turunan dari materi yang dilisensikan, selama karya turunan tersebut dilisensikan di bawah ketentuan yang sama dan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli.
Untuk syarat dan ketentuan lengkap, Anda dapat mengunjungi tautan ini.



