Perempuan Sebagai Agen Keselamatan

Tafsir Naratif Terhadap Ester 4–5 dan 7

##article.authors##

##doi.readerDisplayName##:

https://doi.org/10.64099/wacvj161

##article.subject##:

Agensi Perempuan, Ester, Hermeneutika Naratif, Patriarki, Transformasi

##article.abstract##

Dalam konteks sosial dan religius yang masih didominasi struktur patriarkhal, pembacaan ulang terhadap tokoh perempuan dalam Kitab Suci menjadi penting untuk menegaskan kembali kontribusi perempuan dalam proses perubahan sosial dan religius. Artikel ini menganalisis transformasi tokoh Ester dalam pasal 4–5 dan 7, yaitu dari perempuan yang dibentuk oleh budaya patriarkhal–feodal menjadi aktor sentral dalam narasi penyelamatan bangsanya. Dengan menggunakan pendekatan tafsir naratif, penelitian ini mengamati alur cerita, perkembangan karakter, hubungan simbolik tokoh, dan dinamika relasi kuasa dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ester mengalami proses kesadaran kritis yang mendorongnya keluar dari posisi pasif menuju kepemimpinan yang aktif, strategis, dan terukur. Melalui kecerdasan, keberanian, diplomasi yang halus, dan kerja kolektif dengan komunitasnya, Ester berhasil membalik struktur relasi kuasa gender tanpa pendekatan konfrontatif langsung. Narasi ini sekaligus memperlihatkan kompleksitas etis dalam proses pembebasan, karena keberhasilan Ester pada akhirnya tidak terlepas dari strategi yang turut melibatkan bentuk kekerasan. Penelitian ini membuka ruang refleksi teologis mengenai relasi antara gender, kuasa, dan keselamatan, serta relevansinya bagi pembacaan kontemporer tentang agensi perempuan dalam konteks sosial-keagamaan masa kini.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Akinyele, O. O. (2009). Queen Esther as a servant leader in Esther 5:1-8. Journal of Biblical Perspectives in Leadership, 2(2), 51–79.

Alter, R. (2011). The Art of Biblical Narrative (Revised). Basic books.

Berlin, A. (1994). Poetics and Interpretation of Biblical Narrative. Eisenbrauns.

Brownsmith, E. (2024). Queer Futures and Phallic Humour in the Book of Esther. Journal for Interdisciplinary Biblical Studies, 5(2), 54–80. https://doi.org/10.17613/17ev-5e09

Bukido, R. (2016). DIKOTOMI GENDER (Sebuah Tinjauan Sosiologis). Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 4(2). https://doi.org/10.30984/as.v4i2.205

Crawford, S. W., & Greenspoon, L. J. (2003). The Book of Esther in Modern Research. In The Book of Esther in Modern Research.

Dell, K. J., & Laffey, A. L. (1993). Wives, Harlots and Concubines: The Old Testament in Feminist Perspective. Vetus Testamentum, 43(4), 575. https://doi.org/10.2307/1518512

Erickson, A., & Davis, A. R. (2016). Recent Research on the Megilloth (Song of Songs, Ruth, Lamentations, Ecclesiastes, Esther). Currents in Biblical Research, 14(3), 298–318. https://doi.org/10.1177/1476993x15590545

Gentry, K. A. (2020). When Divine History Transforms Lives: a Socio-Rhetorical Analysis of Esther 7. Journal of Biblical Perspectives in Leadership, 10(1), 150–166.

Gwyther, K. (2021). Feasting and Fasting: Hybridity in the Book of Esther. Old Testament Essays, 34(1). https://doi.org/10.17159/2312-3621/2021/v34n1a5

Hancock, R. S. (2018). Esther and the Politics of Negotiation. In Esther and the Politics of Negotiation. Augsburg Fortress. https://doi.org/10.2307/j.ctt22nm669

Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2019). Regulasi Emosi Pada Remaja Laki-Laki Dan Perempuan. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 18(1), 87. https://doi.org/10.24014/marwah.v18i1.6525

Hatzaw, C. S. S. (2021). Reading Esther as a Postcolonial Feminist Icon for Asian Women in Diaspora. Open Theology, 7(1), 1–34. https://doi.org/10.1515/opth-2020-0144

Homrighausen, J. (2023). “Then Queen Esther Daughter of Abihail Wrote.” Postscripts: The Journal of Sacred Texts, Cultural Histories, and Contemporary Contexts, 14(1). https://doi.org/10.1558/post.25979

Isaac, M. L. (2020). For Such a Time As This: a Social and Cultural Texture of Esther 4:1-17. Journal of Biblical Perspectives in Leadership, 10(1), 56–65.

Panjaitan, F. (2020). Ekualitas antara Laki-laki dan Perempuan: Upaya Mereduksi Kekerasan secara Domestik. Thronos: Jurnal Teologi Kristen, 1(2), 58–72.

Panjaitan, F. (2021). Biarlah Perempuan Yang Menentukan: Tinjauan Teologi Seksualitas Terhadap Keberadaan Perempuan Berdasarkan Kejadian 2:21-25. Melo: Jurnal Studi Agama-agama, 1(2), 77–90. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v1i2.29

Panjaitan, F., & Lumingkewas, M. S. (2019). Keadilan Dalam Hukum Lex Talionis: Tafsir Terhadap Keluaran 21:22-25. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 1(2), 73–84. https://doi.org/10.36270/pengarah.v1i2.13

Ranggalodu, F. (2022). Makna Pembebasan : Sebuah Refleksi Pembebasan Berdasarkan Kitab Ester. Pute Waya : Sociology of Religion Journal, 3(2), 55–68. https://doi.org/10.51667/pwjsa.v3i2.1224

Stone, M. J. (2018). Empire and Gender in LXX Esther. In Empire and Gender in LXX Esther. https://doi.org/10.2307/j.ctv75d0ct

Unduhan

##submissions.published##

2025-11-28

##issue.issue##

##section.section##

Articles

Cara Mengutip

Perempuan Sebagai Agen Keselamatan: Tafsir Naratif Terhadap Ester 4–5 dan 7. (2025). MARSAHALA : Jurnal Studi Agama Dan Budaya, 1(2), 91-104. https://doi.org/10.64099/wacvj161