Kontekstualisasi Konsep Berkat Dalam Kristen Ke Dalam Ritual Montalai Suku Saluan Berdasarkan Model Terjemahan Bevans

##article.authors##

  • Junni Yokiman Sekolah Tinggi Teologi Star's Lub Luwuk Banggai, Indonesia Author
  • Oskar Sopang Sekolah Tinggi Teologi Star's Lub Luwuk Banggai, Indonesia Author
  • Jhon Efrendi Bungalan Sekolah Tinggi Teologi Star's Lub Luwuk Banggai, Indonesia Author
  • Dian A. Kamulut Sekolah Tinggi Teologi Star's Lub Luwuk Banggai, Indonesia Author
  • Apriliani Mada Sekolah Tinggi Teologi Star's Lub Luwuk Banggai, Indonesia Author

##doi.readerDisplayName##:

https://doi.org/10.64099/dr79k720

##article.subject##:

Berkat, Kekristenan, Kontekstualisasi, Model Terjemahan, Montalai

##article.abstract##

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konsep berkat dalam ritual Montalai suku Saluan dengan ajaran Kristen, serta mengeksplorasi bagaimana ritual tersebut dapat diterjemahkan dan dipahami dalam kerangka ajaran Kristen menggunakan model terjemahan Stephen B. Bevans. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaksanaan ritual Montalai. Data yang diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat dan pemburu, serta observasi lapangan, dianalisis untuk mengidentifikasi simbol-elemen atau simbol budaya yang relevan dengan konsep berkat dalam Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti Tinumpu Nu Tano sebagai sumber berkat, sesajen, syair doa, dan pantangan dalam ritual Montalai dapat diterjemahkan sebagai ekspresi permohonan berkat dalam konteks Kristen, tanpa mengubah inti ajaran Kristen tentang berkat. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa penerjemahan ritual Montalai ke dalam ajaran Kristen berpotensi memperkaya pemahaman spiritual masyarakat Saluan, namun memerlukan kehati-hatian untuk menghindari sinkretisme. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik inklusif dalam menyampaikan pesan Injil kepada komunitas dengan tradisi budaya yang kuat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Bevans, S. B. (2002). Model-Model Teologi Kontekstual. Ladalero.

Bordoloi, N. (2024). THE ROLE OF ANIMISM WITHIN CERTAIN INDIGENOUS TRIBES OF NORTH-EAST INDIA: A STUDY WITH SPECIAL REFERENCE TO THE RABHAS OF ASSAM. In Futuristic Trends in Social Sciences Volume 3 Book 28 (pp. 141–146). Iterative International Publishers, Selfypage Developers Pvt Ltd. https://doi.org/10.58532/V3BASO28CH18

Burggraeve, R. (2023). BLESSING: Exploring the Religious, Anthropological and Ethical Meaning. Religions, 14(5). https://doi.org/10.3390/rel14050599

Chang, C., & Listijabudi, D. K. (2024). “Pai Dulu, Yuk!”: Meninjau Inkulturasi Budaya Tionghoa—Jibbok, Maisong, Sangseng, Cengbeng dalam Kekristenan di Indonesia Kaitannya dengan Model Teologi Kontekstual Menurut Bevans dan Klasifikasi Terkait Christ and Culture Menurut Niebuhr. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 2(3), 215–229. https://doi.org/10.21460/aradha.2022.23.1159

Cibro, S., & Tumangger, T. H. (2025). PERLUNYA KETAATAN KEPADA TUHAN (Historis Kritis Keluaran 5: 1-3). Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(1), 515–524.

Devaprasad, A. (2020). Christian Perspective of Understanding the Divinity of God. Journal of Religion and Theology, 4(2), 1–5. https://doi.org/10.22259/2637-5907.0402001

Elias KC, R. (2023). ‘More than merry-making’: Tribal-Indigenous Baptists and their lifeworlds of festivities. Practical Theology, 16(2), 205–218. https://doi.org/10.1080/1756073X.2023.2167262

Enjelina, M., Paikung, E., Sarungu’, O., Padang, R. B., & Marleni, M. (2024). Makna “Memberi Berkat” Dalam Ulangan 28:8 Dengan Budaya Mangrara Kalo’ Di Tampan Bonga. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 4(10), 397–403. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i10.2508

Enoh, I. K., & Finilon, F. (2012). Tinjauan Teologis Tentang Arti Berkat Dalam Kehidupan Orang Percaya. Jurnal Jaffray, 10(1), 148–173. https://doi.org/10.25278/jj71.v10i1.72

Harianto, G. P., Sahertian, N. L., Salurante, T., & Ming, D. (2024). Biblical and theological understanding of the Word: הָָֽכ ָר ְּב in the Pentateuch. Pharos Journal of Theology, 105(1). https://doi.org/10.46222/pharosjot.10522

Janis, Y. (2015). Berteologi Kontekstual Dalam Memaknai memaknai Mandur’ru Ton’na Bagi Masyarakat Lirung Matane di Kepulauan Talaud. Tumou Tou, II Nomor 2.

Macek, O. (2023). I will not let you go, unless you bless me (Gen. 32:26). COMMUNIO VIATORUM, 65(2), 102–113. https://doi.org/10.14712/00103713.2023.2.2

Mielnik, K. (2017). God as a source of the power of blessing. The biblical bases and meaning in priesthood’s ministry. Rocznik Teologii Katolickiej, 16(3), 19–35.

Moretsi, L. H. (2023). Prayer in the Psalms: Petition, intercession and lament. https://doi.org/10.4102/aosis.2023.bk417.06

Obiorah, M. J., & Uroko, F. C. (2019). Genesis 27:27–29 in the face of the popular christian concept of blessing in Nigeria. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 75(3). https://doi.org/10.4102/hts.v75i3.5383

Sinaga, M. (2019). Kajian Teologi Berkat Dalam Perspektif Alkitabiah. Jurnal Teologi Rahmat, 5(2).

Snyman, F. (2023). Prayer in the Psalms: Praise and worship. https://doi.org/10.4102/aosis.2023.bk417.05

Sudarmanto, G. (2017). Meretas Rancang Bangun Teologi Multikultural. Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama, 1(1), 121–146.

Tara, T. (2017). MEMAHAMI MODEL-MODEL TEOLOGI KONTEKSTUAL STEPHEN B. BEVANS DALAM KONTEKS BUDAYA ENDE-LIO SEBAGAI BAGIAN DARI KEJUJURAN BERTEOLOGI. Atma Reksa : Jurnal Pastoral Dan Kateketik, 2(1). https://doi.org/10.53949/ar.v2i1.20

Taylor, J. B. (1992). The theology of blessing in the Hebrew scriptures [Open University]. http://ethos.bl.uk/OrderDetails.do?uin=uk.bl.ethos.304430

Whyte, G. S. (2023). Bevans Revisited: Reflections on Stephen Bevans’s Models of Contextual Theology. International Bulletin of Mission Research, 47(3). https://doi.org/10.1177/23969393221139461

Unduhan

##submissions.published##

2025-05-02

##issue.issue##

##section.section##

Articles

Cara Mengutip

Kontekstualisasi Konsep Berkat Dalam Kristen Ke Dalam Ritual Montalai Suku Saluan Berdasarkan Model Terjemahan Bevans. (2025). MARSAHALA : Jurnal Studi Agama Dan Budaya, 1(1), 12-25. https://doi.org/10.64099/dr79k720