Kontekstualisasi Konsep Berkat Dalam Kristen Ke Dalam Ritual Montalai Suku Saluan Berdasarkan Model Terjemahan Bevans
##doi.readerDisplayName##:
https://doi.org/10.64099/dr79k720##article.subject##:
Berkat, Kekristenan, Kontekstualisasi, Model Terjemahan, Montalai##article.abstract##
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian konsep berkat dalam ritual Montalai suku Saluan dengan ajaran Kristen, serta mengeksplorasi bagaimana ritual tersebut dapat diterjemahkan dan dipahami dalam kerangka ajaran Kristen menggunakan model terjemahan Stephen B. Bevans. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaksanaan ritual Montalai. Data yang diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat dan pemburu, serta observasi lapangan, dianalisis untuk mengidentifikasi simbol-elemen atau simbol budaya yang relevan dengan konsep berkat dalam Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti Tinumpu Nu Tano sebagai sumber berkat, sesajen, syair doa, dan pantangan dalam ritual Montalai dapat diterjemahkan sebagai ekspresi permohonan berkat dalam konteks Kristen, tanpa mengubah inti ajaran Kristen tentang berkat. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa penerjemahan ritual Montalai ke dalam ajaran Kristen berpotensi memperkaya pemahaman spiritual masyarakat Saluan, namun memerlukan kehati-hatian untuk menghindari sinkretisme. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik inklusif dalam menyampaikan pesan Injil kepada komunitas dengan tradisi budaya yang kuat.
Unduhan
Referensi
Bevans, S. B. (2002). Model-Model Teologi Kontekstual. Ladalero.
Bordoloi, N. (2024). THE ROLE OF ANIMISM WITHIN CERTAIN INDIGENOUS TRIBES OF NORTH-EAST INDIA: A STUDY WITH SPECIAL REFERENCE TO THE RABHAS OF ASSAM. In Futuristic Trends in Social Sciences Volume 3 Book 28 (pp. 141–146). Iterative International Publishers, Selfypage Developers Pvt Ltd. https://doi.org/10.58532/V3BASO28CH18
Burggraeve, R. (2023). BLESSING: Exploring the Religious, Anthropological and Ethical Meaning. Religions, 14(5). https://doi.org/10.3390/rel14050599
Chang, C., & Listijabudi, D. K. (2024). “Pai Dulu, Yuk!”: Meninjau Inkulturasi Budaya Tionghoa—Jibbok, Maisong, Sangseng, Cengbeng dalam Kekristenan di Indonesia Kaitannya dengan Model Teologi Kontekstual Menurut Bevans dan Klasifikasi Terkait Christ and Culture Menurut Niebuhr. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 2(3), 215–229. https://doi.org/10.21460/aradha.2022.23.1159
Cibro, S., & Tumangger, T. H. (2025). PERLUNYA KETAATAN KEPADA TUHAN (Historis Kritis Keluaran 5: 1-3). Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(1), 515–524.
Devaprasad, A. (2020). Christian Perspective of Understanding the Divinity of God. Journal of Religion and Theology, 4(2), 1–5. https://doi.org/10.22259/2637-5907.0402001
Elias KC, R. (2023). ‘More than merry-making’: Tribal-Indigenous Baptists and their lifeworlds of festivities. Practical Theology, 16(2), 205–218. https://doi.org/10.1080/1756073X.2023.2167262
Enjelina, M., Paikung, E., Sarungu’, O., Padang, R. B., & Marleni, M. (2024). Makna “Memberi Berkat” Dalam Ulangan 28:8 Dengan Budaya Mangrara Kalo’ Di Tampan Bonga. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 4(10), 397–403. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i10.2508
Enoh, I. K., & Finilon, F. (2012). Tinjauan Teologis Tentang Arti Berkat Dalam Kehidupan Orang Percaya. Jurnal Jaffray, 10(1), 148–173. https://doi.org/10.25278/jj71.v10i1.72
Harianto, G. P., Sahertian, N. L., Salurante, T., & Ming, D. (2024). Biblical and theological understanding of the Word: הָָֽכ ָר ְּב in the Pentateuch. Pharos Journal of Theology, 105(1). https://doi.org/10.46222/pharosjot.10522
Janis, Y. (2015). Berteologi Kontekstual Dalam Memaknai memaknai Mandur’ru Ton’na Bagi Masyarakat Lirung Matane di Kepulauan Talaud. Tumou Tou, II Nomor 2.
Macek, O. (2023). I will not let you go, unless you bless me (Gen. 32:26). COMMUNIO VIATORUM, 65(2), 102–113. https://doi.org/10.14712/00103713.2023.2.2
Mielnik, K. (2017). God as a source of the power of blessing. The biblical bases and meaning in priesthood’s ministry. Rocznik Teologii Katolickiej, 16(3), 19–35.
Moretsi, L. H. (2023). Prayer in the Psalms: Petition, intercession and lament. https://doi.org/10.4102/aosis.2023.bk417.06
Obiorah, M. J., & Uroko, F. C. (2019). Genesis 27:27–29 in the face of the popular christian concept of blessing in Nigeria. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 75(3). https://doi.org/10.4102/hts.v75i3.5383
Sinaga, M. (2019). Kajian Teologi Berkat Dalam Perspektif Alkitabiah. Jurnal Teologi Rahmat, 5(2).
Snyman, F. (2023). Prayer in the Psalms: Praise and worship. https://doi.org/10.4102/aosis.2023.bk417.05
Sudarmanto, G. (2017). Meretas Rancang Bangun Teologi Multikultural. Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama, 1(1), 121–146.
Tara, T. (2017). MEMAHAMI MODEL-MODEL TEOLOGI KONTEKSTUAL STEPHEN B. BEVANS DALAM KONTEKS BUDAYA ENDE-LIO SEBAGAI BAGIAN DARI KEJUJURAN BERTEOLOGI. Atma Reksa : Jurnal Pastoral Dan Kateketik, 2(1). https://doi.org/10.53949/ar.v2i1.20
Taylor, J. B. (1992). The theology of blessing in the Hebrew scriptures [Open University]. http://ethos.bl.uk/OrderDetails.do?uin=uk.bl.ethos.304430
Whyte, G. S. (2023). Bevans Revisited: Reflections on Stephen Bevans’s Models of Contextual Theology. International Bulletin of Mission Research, 47(3). https://doi.org/10.1177/23969393221139461
Unduhan
##submissions.published##
##issue.issue##
##section.section##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Junni Yokiman, Oskar Sopang, Jhon Efrendi Bungalan, Dian A. Kamulut, Apriliani Mada (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Ini berarti Anda bebas untuk:
- Berbagi – Menyalin, mendistribusikan, dan mentransmisikan materi dalam jurnal ini.
- Mengadaptasi – Membuat remix, mengubah, dan mengembangkan materi dalam jurnal ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda ikuti:
- Penyebutan – Anda harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dibuat. Anda harus melakukan ini dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyarankan bahwa penulis mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap materi tersebut.
- Berbagi Serupa (ShareAlike) – Jika Anda membuat remix, perubahan, atau mengembangkan materi tersebut, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama, CC BY-SA 4.0.
Lisensi ini berlaku secara internasional dan memberikan hak kepada pengguna untuk mendistribusikan, memodifikasi, dan membuat karya turunan dari materi yang dilisensikan, selama karya turunan tersebut dilisensikan di bawah ketentuan yang sama dan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli.
Untuk syarat dan ketentuan lengkap, Anda dapat mengunjungi tautan ini.



