TAKLUKKAN DAN BERKUASA ATAS BUMI: EKSPLOITASI ATAU PENGELOLAAN?TAFSIR KEJADIAN 1:28 DARI PERSPEKTIF SIMBOLISME HURUF IBRANI
DOI:
https://doi.org/10.64099/3chmpe80Kata Kunci:
Antroposentrisme, Krisis ekologi, Kejadian 1:28, Kavasy dan RadaAbstrak
Krisis ekologi global semakin mengkhawatirkan akibat eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam, yang ditandai dengan kerusakan hutan, krisis air, dan degradasi wilayah pesisir. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial-ekonomi masyarakat serta memperparah ketimpangan antargenerasi. Selain itu, paradigma antroposentris yang berkembang, baik dalam praktik ekonomi maupun pemahaman teologis, turut menjadi faktor pendorong eksploitasi yang tidak berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran manusia sebagai imam terhadap alam sebagai solusi atas krisis ekologi, dengan menelaah kembali pemahaman teologis terhadap Kejadian 1:28, khususnya pada kata kavasy dan rada. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan kajian ekoteologi, yang berfokus pada penafsiran teks Alkitab secara kontekstual dan simbolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan tafsir terhadap Kejadian 1:28 telah melanggengkan paradigma antroposentris yang melegitimasi eksploitasi alam. Penafsiran ulang melalui pendekatan ekoteologi mengungkapkan bahwa manusia dipanggil sebagai imam yang bertanggung jawab menjaga dan merawat ciptaan, bukan mengeksploitasinya. Kesimpulannya, reinterpretasi teologis terhadap Kejadian 1:28 melalui perspektif ekoteologi dapat menjadi landasan etis dan spiritual dalam mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta meminimalisasi krisis ekologi.
Unduhan
Referensi
Benner, J. A. (2005). The ancient Hebrew lexicon of the Bible : Hebrew letters, words and roots defined within their ancient cultural context.
Cahyono, D. B. (2021). Eko-Teologi John Calvin: Dasar Kekristenan Dalam Tindakan Ekologi (Sebuah Respon Kekristenan Terhadap Tindakan Ekologi). Diegesis : Jurnal Teologi, 6(2), 72–88. https://doi.org/10.46933/dgs.vol6i272-88
Campanini, S. (2025). Gershom Scholem and Christian Kabbalah. Zutot, 22(1), 217–231. https://doi.org/10.1163/18750214-tat00002
Carolina Sparavigna, A. (2014). The Creation of the World in the Sefer Yetzirah. International Journal of Sciences, 0(05), 11–17. https://doi.org/10.18483/ijsci.498
G. K. Baele. (2004). The Temple And The Church’s Mission (pp. 59–64).
Hall, D. J. (2007). Imaging God: Dominion as Stewardship. In Hawley’s Condensed Chemical Dictionary. Wiley.
Jamika, F. I., Monica, F., Razak, A., & Kamal, E. (2023). Pengelolaan Pesisir Dan Kelautan Dalam Studi Kasus Dampak Reklamasi Pantai Dan Tambang Pasir Terhadap Ekosistem Laut Dan Masyarakat Pesisir. JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES (JOINT-FISH) : Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap Dan Ilmu Kelautan, 6(1), 99–109. https://doi.org/10.33096/joint-fish.v6i1.162
Keller, C. (2020). Pneumatic foam: spirit vibrating ruach elohim merahephet. In The Face of the Deep (pp. 240–249). https://doi.org/10.4324/9780203451731-25
Lempp, W. (1987). Tafsiran Alkitab Kejadian 1:1-4:26. BPK Gunung Mulia.
Mathu, L. K. (2025). Creation Care in Genesis 1-2: A Theological Framework for Sustainable Development. African Multidisciplinary Journal of Research, 1(1), 251–267. https://doi.org/10.71064/spu.amjr.1.1.2025.343
Muthmainnah, L., Mustansyir, R., & Tjahyadi, S. (2020). KAPITALISME, KRISIS EKOLOGI, DAN KEADILAN INTER-GENERASI : Analisis Kritis atas Problem Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia. Mozaik Humaniora, 20(1), 57. https://doi.org/10.20473/mozaik.v20i1.15754
Panjaitan, F. (2020). Kesatuan Hubungan Allah-Alam-Manusia. Upaya Berteologi Kontekstual tentang Keutuhan Ciptaan Berdasarkan Konsep Penciptaan dalam Kejadian 1:26-31 terhadap Konsep Sangkang Paraning Dumadi dalam Budaya Jawa. Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray,Makassar.
Panjaitan, F. (2022). Teo-Ekologi Kontekstual dalam Titik Temu antara Kejadian 1:26-31 dengan Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Budaya Jawa. GEMA TEOLOGIKA, 7(2), 223–242. https://doi.org/10.21460/gema.2022.72.931
Rivera, L. J. (2025). Kabbala Denudata and Christian Knorr von Rosenroth’s Approach to the Zohar. Zutot, 22(1), 149–172. https://doi.org/10.1163/18750214-02101008
Santoso, R., Ratnawati, H., & Riyanti, D. (2022). Indonesian Journal of Conservation i j Klusterisasi Tingkat Deforestasi: Ekologi Kewarganegaraan Indonesia,. Indonesian Journal of Conversation, 11(1), 34–38. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/ijc.v11i1.35941.
Singgih, E. G. (2011). Dari Eden ke Babel (1st ed.). Kanisius.
Singgih, E. G. (2020). Agama dan Kerusakan Ekologi: Mempertimbangkan ‘Tesis White’ dalam Konteks Indonesia. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 5(2), 113. https://doi.org/10.21460/gema.2020.52.614
UN Climate Change. (2022). What is the Triple Planetary Crisis? In Https://Unfccc.Int/News/What-Is-the-Triple-Planetary-Crisis.
Weil, M. (2024). “Jewish Meditation Reconsidered”: Hitbodedut as a Meditative Practice and Its Transmission from the Egyptian Pietists to the Hasidic Masters. Religions, 15(10). https://doi.org/10.3390/rel15101232
Wewo, C. L., Samin, M., & Hasan, M. H. (2023). Dampak Eksploitasi Air Tanah Secara Berlebihan Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Air Penduduk Di Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Jurnal Geografi, 19(2), 14–25. https://doi.org/10.35508/jgeo.v19i2.13886
White Jr., L. (1967). The Historical Roots of Our Ecologic Crisis. Science, 155(3767), 1203–1207.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yosua Anugrah Adi Setya Putra, Firman Panjaitan (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Ini berarti Anda bebas untuk:
- Berbagi – Menyalin, mendistribusikan, dan mentransmisikan materi dalam jurnal ini.
- Mengadaptasi – Membuat remix, mengubah, dan mengembangkan materi dalam jurnal ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda ikuti:
- Penyebutan – Anda harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dibuat. Anda harus melakukan ini dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyarankan bahwa penulis mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap materi tersebut.
- Berbagi Serupa (ShareAlike) – Jika Anda membuat remix, perubahan, atau mengembangkan materi tersebut, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama, CC BY-SA 4.0.
Lisensi ini berlaku secara internasional dan memberikan hak kepada pengguna untuk mendistribusikan, memodifikasi, dan membuat karya turunan dari materi yang dilisensikan, selama karya turunan tersebut dilisensikan di bawah ketentuan yang sama dan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli.
Untuk syarat dan ketentuan lengkap, Anda dapat mengunjungi tautan ini.



