Pengakuan Dosa dalam Bilangan 21:4–9 dan Kontekstualisasinya dalam Budaya Naketi Uab Suku Dawan
##doi.readerDisplayName##:
https://doi.org/10.64099/zn279x63##article.subject##:
Bilangan 21:4–9, Naketi Uab, Pengakuan Dosa, Suku Dawan, Teologi Kontekstual##article.abstract##
Penelitian ini bertujuan untuk membentuk sebuah ritual pengakuan dosa yang kontekstual, dengan mengaitkan antara budaya lokal suku Dawan, yaitu naketi uab, dan narasi Alkitab dalam Bilangan 21:4–9. Kedua praktik ini menunjukkan kesamaan makna, yaitu tentang hukuman Allah sebagai akibat dari dosa, serta pengampunan yang tersedia bagi mereka yang bertobat dan mengaku dosa di hadapan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tafsir kritis terhadap teks Alkitab maupun teks budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik temu yang kuat antara makna budaya dan pesan teologis, sehingga ritual naketi uab dapat diisi dan dimaknai dengan nilai-nilai kekristenan, tanpa kehilangan akar budayanya. Kesimpulannya, ritual naketi uab dapat dikembangkan menjadi ritual budaya yang bernapas iman Kristen, serta berkontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual dan praktik ibadah yang relevan secara budaya.
Unduhan
Referensi
Achenbach, R. (2008). Kamus Ibrani-Indonesia. Yayasan omunikasi Bina kasih.
Clifford Geertz. (1992). Tafsir Kebudayaan. In The Interpretation of Cultures: Selected Essays. Kanisius.
Feka, V. P., & Rafael, A. M. D. (2023). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Wacana Ritual Adat “Helas Keta” Etnik Atoni Pah Meto: Kajian Etnolinguistik. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 15(1), 54–73. https://doi.org/10.36928/jpkm.v15i1.1578
Gulo, I. D., & Panjaitan, F. (2022). Konsep Penebusan Dosa dalam Bilangan 21:4-9 dalam Wujud Budaya Famatö Harimao bagi Masyarakat Nias. Sanctum Domine: Jurnal Teologi, 12(1), 17–34. https://doi.org/10.46495/sdjt.v12i1.133
Hurowitz, V. A. (2013). Healing and hissing snakes - listening to Numbers 21:4-9. Scriptura: Journal for Contextual Hermeneutics in Southern Africa, 87(1), 278–287. https://doi.org/10.7833/87-0-965
Laoli, S. (2023). Konsep Ketaatan berdasarkan Bilangan 21:4-9 dan Implikasinya bagi Hidup Orang Percaya. Yada, 1(2), 41–56. https://journal.sttpadonaybatu.ac.id/index.php/YJTBR/article/view/21
Lumingkewas, M. S. (2019). One God or One Lord? Deuteronomi and the Meaning of Monotheism. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 2(2), 388–410. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i2.79
Panjaitan, F. (2022). Teo-Ekologi Kontekstual dalam Titik Temu antara Kejadian 1:26-31 dengan Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Budaya Jawa. GEMA TEOLOGIKA, 7(2), 223–242. https://doi.org/10.21460/gema.2022.72.931
Patasik S. (2022). Theological Study of Worship Singing as A Confession of Faith For Members of The GKI Victori Kehiran Congregation In Jayapura. Journal Research of Social Science, Economics, and Management, 1(10), 1622–1635. https://doi.org/10.59141/jrssem.v1i10.287
Sakan Efrayim. (2015). Naketi: Tinjauan Kritis Terhadap Ralasi Yang Tercipta dalam Praktek Naketi Atoni Meto di GMIT Maranatha Soe. Universitas Kristen Duta Wacana.
Setiawidi, A. (2023). Menggeser Fokus: Dari Penyembuhan kepada Pengakuan Verbal (Sebuah Tafsir Ulang Atas Bilangan 21:4-9 dan Kontribusinya bagi Teologi). GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, 8(1), 67–80. https://doi.org/10.21460/gema.2023.81.975
Soehadha, M. (2013). Ritual Rambut Gembel Dalam Arus Ekspansi Pasar Pariwisata. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 347. https://doi.org/10.21580/ws.2013.21.2.249
Tamelab, K. A., Kristinawati, W., & Engel, J. D. (2020). Studi Psikologis: Naketi Sebagai Sarana Pemaafan Suku Dawan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 299. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.22345
Tlonaen, T., & Djawa, M. (2024). Makna Pengampunan dalam Ritus Naketi pada Masyarakat Amanuban Timur dan Relevansinya terhadap Nilai-nilai Kristiani. Apostolos, Journal of Theology and Christian Education, 4(1), 26–37. https://doi.org/10.52960/a.v4i1
Tlonaen, T., Koroh, L. I. D., & Tari, E. (2022). Budaya Naketi Uab Atoin Meto: Pemulihan Relasi Komunikasi Di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 3(1), 43. https://doi.org/10.46445/jtki.v3i1.558
Unduhan
##submissions.published##
##issue.issue##
##section.section##
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Syenitesalonika H.C. Boimau, Firman Panjaitan (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Ini berarti Anda bebas untuk:
- Berbagi – Menyalin, mendistribusikan, dan mentransmisikan materi dalam jurnal ini.
- Mengadaptasi – Membuat remix, mengubah, dan mengembangkan materi dalam jurnal ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, ada beberapa syarat yang harus Anda ikuti:
- Penyebutan – Anda harus memberikan kredit yang sesuai kepada penulis dan sumber asli, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dibuat. Anda harus melakukan ini dengan cara yang wajar, namun tidak boleh menyarankan bahwa penulis mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap materi tersebut.
- Berbagi Serupa (ShareAlike) – Jika Anda membuat remix, perubahan, atau mengembangkan materi tersebut, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama, CC BY-SA 4.0.
Lisensi ini berlaku secara internasional dan memberikan hak kepada pengguna untuk mendistribusikan, memodifikasi, dan membuat karya turunan dari materi yang dilisensikan, selama karya turunan tersebut dilisensikan di bawah ketentuan yang sama dan memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli.
Untuk syarat dan ketentuan lengkap, Anda dapat mengunjungi tautan ini.



