Integrasi Dalihan Na Tolu Ke Dalam Pelayanan Gereja: Studi Teologi Kontekstual Budaya Batak

##article.authors##

  • Nortima Hutasoit Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar, Indonesia Author
  • Riris Johanna Siagian Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar, Indonesia Author

##doi.readerDisplayName##:

https://doi.org/10.64099/qjtcwg31

##article.subject##:

Adat Batak, Dalihan Na Tolu, Etika Kristen, HKBP, Inkulturasi

##article.abstract##

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai Dalihan Na Tolu, sebagai sistem kekerabatan masyarakat Batak Toba, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan pelayanan penatua di HKBP Setia Negara. Fokus utama penelitian ini adalah menjawab sejauh mana nilai budaya tersebut dapat selaras dengan ajaran iman Kristen dan berkontribusi terhadap spiritualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap penatua dan pelayan gereja yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Dalihan Na Tolu seperti penghormatan, kerendahan hati, dan tanggung jawab sosial tidak hanya hidup dalam relasi adat, tetapi juga memperkuat etika dan semangat pelayanan Kristen. Namun, ditemukan pula potensi ketegangan ketika simbol adat dimaknai secara berlebihan, sehingga dibutuhkan pemaknaan ulang dalam terang iman. Kesimpulannya, Dalihan Na Tolu dapat menjadi sumber kekayaan spiritual yang mendukung pelayanan gereja, selama dimaknai secara kritis dan kontekstual agar tidak melampaui sentralitas ajaran Kristus.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Bernacchio, C. (2022). Does MacIntyre’s Moral Sociology Presuppose a Personalist Moral Psychology? MacIntyre and Tomasello on Moral Psychology. Frontiers in Communication, 7. https://doi.org/10.3389/fcomm.2022.721759

Bevans, S. (1985). Models Of Contextual Theology. Missiology: An International Review, 13(2), 185–201. https://doi.org/10.1177/009182968501300205

Chang, P. M. Y. (1989). Beyond the Clan: A Re-Analysis of the Empirical Evidence in Durkheim’s The Elementary Forms of the Religious Life. Sociological Theory, 7(1). https://doi.org/10.2307/202062

Firmando, H. B. (2021). Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 5(1). https://doi.org/10.29103/aaj.v5i1.4613

Gornik, M. R. (2025). Andrew Walls, the Pandemic, and the Reinterpretation of Christian Faith. The Expository Times, 136(4), 141–145. https://doi.org/10.1177/00145246241289717

Harahap, D. (2016). Implikasi Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu (Studi pada Keluarga Urban Muslim Batak Angkola di Yogyakarta). Riset, 12(1), 121–134. https://doi.org/10.14421/rejusta.2016.1201-07

Huang, X. (2019). Understanding Bourdieu - Cultural Capital and Habitus. Review of European Studies, 11(3), 45. https://doi.org/10.5539/RES.V11N3P45

Lubis, M. N., Joebagio, H., & Pelu, M. (2019). Dalihan Na Tolu Sebagai Kontrol Sosial Dalam Kemajuan Teknologi. Sejarah dan Budaya Jurnal Sejarah Budaya dan Pengajarannya, 13(1), 25–33. https://doi.org/10.17977/um020v13i12019p025

Napitupulu, A., Delzy Perkasa, R., & Fauza, H. (2024). Dalihan Na Tolu Sebagai Pandangan Hidup dalam Menumbuhkan Karakter Anak (Studi Etnografi pada Masyarakat Batak Toba Samosir). Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(1). https://doi.org/10.54373/imeij.v5i1.848

Niebuhr, H. R. (1951). Christ and Culture. Harper and Row.

Priyono, C. D., & Siregar, I. (2021). Degradasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu Pada Remaja Di Kota Padangsidimpuan. Jurnal Education and development, 9(4), 346–353. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/3175

Ricca, M. (2023). The Gospel beyond the West: The Sanneh–Walls Legacy and Emerging Conversation Partners in World Christianity Studies. Studies in World Christianity, 29(2), 121–141. https://doi.org/10.3366/swc.2023.0430

Schreiter, R. J. (2006). Rancang Bangun Teologi Lokal. BPK Gunung Mulia.

Siagian, R. J. (2018). Sahala Bagi Pemimpin: Dulu dan Kini (4 ed.). Lembaga Bina Warga HKBP dan STT- HKBP dan Sekolah Pendeta HKBP.

Siagian, R. J. (2024). Teologi Sahala. L-Sapika Indonesia.

Sihombing, A. A. (2018). Mengenal Budaya Batak Toba Melalui Falsafah “Dalihan Na Tolu” (Perspektif Kohesi dan Kerukunan). Jurnal Lektur Keagamaan, 16(2). https://doi.org/10.31291/jlk.v16i2.553

Simamora, A. K., Naibaho, M., & Sipahutar, A. (2024). Pemahaman Nilai-Nilai Dalihan Natolu Dalam Budaya Batak Toba dan Implementasinya Dalam Hidup Beriman Katolik. Journal New Light, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.62200/newlight.v2i1.90

Sinaga, A. B. (1981). The Toba-Batak high god: transcendence and immanence. Anthropos-Institution.

Sinaga, A. B. (1991). Mula, Lapatan, Partording ni Gondang Batak. Keuskupan Sibolga.

Stryker, S., & Macke, A. S. (1978). Status inconsistency and role conflict. Review of Sociology, 4(1), 57–90. https://doi.org/10.1146/ANNUREV.SO.04.080178.000421

Sugirtharajah, R. S. (2002). Poscolonial Criticism and Biblical Interpretation. Oxford University Press.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Unduhan

##submissions.published##

2025-05-02

##issue.issue##

##section.section##

Articles

Cara Mengutip

Integrasi Dalihan Na Tolu Ke Dalam Pelayanan Gereja: Studi Teologi Kontekstual Budaya Batak. (2025). MARSAHALA : Jurnal Studi Agama Dan Budaya, 1(1), 1-11. https://doi.org/10.64099/qjtcwg31